Sunday, October 13, 2019

Kebebasan Berpikir dalam Agama Buddha

Kebebasan Berpikir dalam Agama Buddha
Ibu Parwati
Universitas Gajah Mada

Berbeda dengan sistem kepercayaan atau agama yang lain; Buddha
mengajarkan untuk tidak menerima begitu saja apa yang Beliau ajarkan.
Buddha bahkan menganjurkan kepada pengikutnya untuk bertanya,
termasuk mempertanyakan apa yang diajarkan. Buddha memberikan
kebebasan kepada pengikutnya untuk menerima atau menolak apa yang
diajarkan, kepada semua pengikutnya dipersilakan untuk menguji
sendiri kebenaran ucapan Beliau, dan jika dianggap cocok/sesuai dan sejalan
dengan pikirannya, dipersilakan untuk mengikuti ajarannya, jika tidak
cocok, tidak ada masalah bagi Beliau.

Salah satu mahasiswa ada yang bertanya:

“Jika demikian, umat Buddha tidak memiliki keyakinan terhadap apa
yang diajarkan oleh Buddha?”

Ibu Parwati menjawab:

“Siapa yang bilang begitu... Ada keyakinan terhadap Ajaran Sang
Buddha, tetapi keyakinan itu yang disebut ‘SADDHA’, timbul di dalam diri
pengikutNya setelah memikirkan, merenungkan, dan mencoba
melaksanakannya. Bukan dari sekedar mendengar khotbah pemimpin
agama yang hebat atau tertulis di Tipitaka; lalu harus percaya begitu
saja; itu sama saja percaya dengan membuta-tuli”.

“Menurut Anda mana yang lebih baik, keyakinan karena percaya begitu
saja atas petuah seseorang, atau keyakinan yang timbul setelah
dipikirkan, direnungkan, dan diuji... dilaksanakan oleh diri sendiri?
Silahkan kalian pikirkan dan renungkan sendiri”.

No comments:

Post a Comment